Alasan Untuk Meningkatkan Sumber Daya keuangan

58 sec read

Meningkatkan Sumber Daya keuangan – Alasan terpenting untuk meningkatkan sumberdaya keuangan agribisnis adalah untuk memperbesar pendapatan dan laba dengan mengadakan bisnis tambahan. Dana ekstra digunakan untuk keperluan umum, untuk meningkatkan likuidasi atau posisi kas, atau untuk perluasan dan pertumbuhan usaha.

 Alasan terpenting untuk meningkatkan sumberdaya keuangan agribisnis adalah untuk memperbe Alasan Untuk Meningkatkan Sumber Daya keuangan

Agribisnis dapat menemukan bahwa dananya terkait dalam aktiva tetap atau lancar dan tidak mampu membayar hutangnya sehari-hari. Rekening-rekening tidak dapat dibayar dengan aktiva yang tidak likuid (tidak dalam bentuk uang) seperti piutang usaha, persediaan, pesanan baru, atau sesuatu peralatan.

Oleh sebab itu, agribisnis membutuhkan kas sebagai modal kerja. Sumber kas yang paling utama haruslah berupa pendapatan atau penerimaan yang dihasilkan oleh bisnis itu sendiri, tetapi dalam keadaan mendesak tambahan kas (uang tunai) mungkin diperlukan untuk membayar hutang usaha harian.

Hal ini khususnya benar bila bisnis bersifat musiman, seperti biasanya terjadi. Dalam hal itu, dana kas dapat terikat dalam persediaan atau piutang usaha yang tidak dapat dijadikan uang tunai sampai beberapa lama berselang.

Lazimnya, kebanyakan agribisnis merasa ada baiknya untuk menyediakan kas sebesar 20 sampai 25 persen dari jumlah kewajiban (hutang) lancar yang ada. Jumlah ini akan menjamin pembayaran hutang jangka pendek dan hutang yang tidak terduga.

Penggunaan yang paling penting atas sumber daya keuangan tambahan adalah untuk perluasan usaha. Perluasan dapat membutuhkan penyediaan dana jangka pendek dan jangka panjang. Perluasan jangka pendek melibatkan faktor-faktor seperti penambahan tenaga kerja, penambahan persediaan, dan penambahan piutang usaha.

Perluasan jangka panjang mendorong lebih banyak proyek besar seperti pembelian peralatan baru, tanah, dan bangunan. Tujuan penambahan modal agribisnis adalah untuk melipat gandakan volume penjualan dan pendapatan, dan sejalan dengan itu juga laba, dengan menggunakan pertambahan aktiva secara jitu.

Sumber :

David Downey, W & Steven P. Erickson. (1989). Manajemen Agribisnis. Erlangga : Jakarta.

Penanganan Pasca Panen Tanaman Jewawut

Pasca Panen Tanaman Jewawut  – Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan didalam melakukan pasca panen jewawut antara lain adalah pengeringan, perontokan dan penyimpanan....
Jaka Winarno
1 min read

Produk Olahan dan Prospek Pengembangan Tanaman Jewawut

Produk Olahan dan Prospek Tanaman Jewawut – Tanaman jewawut (Setaria italica L.) merupakan tanaman tropis yang memiliki kekerabatan dengan Pennisetum. Tanaman jewawut merupakan rumput...
Jaka Winarno
2 min read

Lingkungan Usaha Budidaya Lele

Lingkungan Usaha Budidaya Lele – Lingkungan usaha merupakan segala sesuatu yang mempengaruhi aktivitas usaha suatu lembaga atau organisasi. Lingkungan yang dapat mempengaruhi aktivitas usaha...
Jaka Winarno
1 min read