Budidaya Sayuran Menggunakan Sistem Aeroponik

2 min read

Budidaya Sayuran Sistem Aeroponik – Salah satu sistem pertanian yang sedang maju adalah budidaya sistem aeroponik. Pada umumnya sistem budidaya aeroponik sama dengan sistem budidaya hidroponik karena tidak menggunakan media tanah, yang membedakan ialah sistem budidaya aeroponik menggunakan teknik menanam tanaman dengan cara menyemprotkan nutrisi ke akar tanaman dalam bentuk kabut.

 Salah satu sistem pertanian yang sedang maju adalah budidaya sistem aeroponik Budidaya Sayuran Menggunakan Sistem Aeroponik

Seperti yang kita ketahui bersama kebutuhan masyarakat dalam hal konsumsi, mereka menginginkan sayuran yang segar, bersih dan higienis terutama di perkotaan. Apalagi dengan adanya alih fungsi lahan membuat kita berfikir bagaimana cara untuk mengatasi masalah ini, sampai akhirnya Teknik menanam hidroponik dan aeroponik pun di temukan.

Dalam budidaya aeroponik kualitas hasil panen menjadi bersih, sehat dan segar. Untuk jenis sayuran yang bisa di tanam menggunakan sistem aeroponik yang memiliki waktu panen yang cepat, seperti kangkung, bayam, sawi, pak coy, dan selada. Untuk jenis tanaman umbi yang bisa menggunakan sistem aeroponik seperti kentang dan ketela pohon.

Nah, dalam budidaya aeroponik sayuran kalian harus membutuhkan keterampilan khusus dan ada beberapa hal yang perlu disiapkan terlebih dahulu. Untuk penyiapan alat dalam budidaya sistem aeroponik seperti jaringan irigasi sprinkler, jet pump, nozzle sprinkle, PVC, rockwool, styrofoam, larutan nutrisi dan benih tanaman. Dalam hal ini kami akan memberikan informasi tentang cara budidaya sayuran menggunakan sistem aeroponik.

Persiapan Lahan

Dalam persiapan lahan untuk budidaya sistem aeroponik kalian kalian harus membuat screen house yang bisa terbuat dari rangka besi, kayu atau bambu, dengan beratapkan plastik UV. Untuk dindingnya kalian bisa menggunakan kain kasa (paranet) yang lapisan bawahnya ditutup dengan menggunakan plastik UV atau fiber glass, sedangkan kontruksinya disesuaikan dengan ketinggian tempat.

Untuk persiapan bak penanaman, kalian bisa membuat dari plastik hitam dengan rangka dari bambu, dan terbuat dari fiber sedangkan penutupnya menggunakan stryrofoam untuk diletakan diatasnya.

Pemilihan Benih Tanam

Dalam pemilihan benih tanaman yang akan di budidayakan kalian harus sesuaikan dengan syarat tumbuh tanaman tersebut, seperti suhu udara, kelembaban, cuaca serta ketinggian lokasi budidaya dari permukaan laut.

Kemudian kalian harus memilih umur tanaman yang dibudidayakan memiliki umur pendek, dapat di tanam dalam pot intensif dan memiliki produktivitas tinggi.  Semakin pendek umur tanaman, maka mempercepat proses pemanenan.

Media Tanam

Untuk media tanam proses penyemaian, kalian memilih media tanam rockwool berupa serat padat yang mudah di potong-potong dan membentuk sesuai dengan kebutuhan.  Media rockwool sebagai media tanam karena memiliki berupa keunggulan, antaranya poros dan dapat menyimpan air dengan baik, sehingga tanaman tidak mengalami kekeringan terutama saat tanaman masih kecil..

Proses Penyemaian

Penyemaian sayuran seperti pakcoy , sawi, kangkung dll, dilakukan dengan memasukkan benih yang sudah di rendam selama kurang lebih 30 menit dan sebagai catatan kalian harus memilih yang layak disemai.  Untuk proses penyemaian kalian lakukan dengan memasukkan benih tanaman satu persatu kedalam potongan rockwool menggunakan pinset.

Pemberian Larutan Nutrisi

Pemberian larutan sangat penting dalam budidaya sistem aeroponik kalian harus memberikan larutan nutrisi bersamaan dengan pemberian air. Untuk kualitas air kalian harus menggunakan dengan memenuhi standar tertentu agar kandungan garam dalam air rendah dengan Ph antara 6,5-7,0.

Proses Penanaman

Mah sebelum kalian menanam, kalianharus membersihkan bak penanaman dari lumut atau dari kotoran lainnya. Kalian juga harus memperhatikan keadaan nozzle/jet spray yang telah di pasang dan di pastikan tidak tersumbat.

Untuk proses penanam lebih baik dilakukan pada pagi hari, untuk bibit tanaman yang telah siap tanam diambil kemudian di masukan pada lubang tanam dalam Styrofoam dengan keadaan di dalam lubang tidak terlalu dalam maupun dangkal.  Pada saat proses penanaman berlangsung, dilakukan sortasi langsung terhadap bibit yang akan di tanam.

Pemeliharaan dan Perawatan

Setelah proses penanaman selesai, karena sistem aeroponik menggunakan nutrisi kalian harus memberikan nutrisi dahulu dengan cara penyemprotan. Konsentrasi larutan nutrisi yang di berikan kepada tanaman secara bertahap dinaikkan hingga proses pemanenannya.

Agar mencegah berkurang tekanan pompa kalian harus mengontrol nozzle/jet spray dan filter setiap 1 jam sekali apakah ada yang tersumbat atau tidak, karena jika lemahnya semprotan dakan mengakibatkan tidak sampainya larutan nutrisi pada daerah disekitar tanaman.

Proses Pemanenan

Proses pemanenan dilakukan pada pagi hari dan pada sore hari. Pemilihan waktu panen ini dilakukan agar hasil panen tidak mengalami fluktuasi suhu yang berarti, fluktuasi suhu yang besar dapat menurunkan (kadar air dan kualitas panen yang dratis).  Untuk panen yang baik yaitu dengan umur kurang lebih 28 hari sejak dari penanaman.

Itulah informasi tentang cara budidaya sayuran dengan sistem aeroponik, mudah-mudahan bisa bermanfaat dan menambah wawasan Anda, Selamat mencoba !

Budidaya Tanaman Jewawut

Budidaya Tanaman Jewawut – Tanaman Jewawut membutuhkan lingkungan tumbuh yang optimal untuk menghasilkan produksi yang lebih tinggi. Namun jika kondisi lingkungan yang optimal untuk...
Jaka Winarno
4 min read

Penanganan Pasca Panen Tanaman Jewawut

Pasca Panen Tanaman Jewawut  – Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan didalam melakukan pasca panen jewawut antara lain adalah pengeringan, perontokan dan penyimpanan....
Jaka Winarno
1 min read

Produk Olahan dan Prospek Pengembangan Tanaman Jewawut

Produk Olahan dan Prospek Tanaman Jewawut – Tanaman jewawut (Setaria italica L.) merupakan tanaman tropis yang memiliki kekerabatan dengan Pennisetum. Tanaman jewawut merupakan rumput...
Jaka Winarno
2 min read