Cara Budidaya Ikan Nila Merah Untuk Para Pemula

3 min read

Cara Budidaya Ikan Nila Merah – Dalam membudidayakan ikan sudah menjadi suatu kegiatan bagi masyarakat khususnya di Indonesia. Selain karena memiliki faktor lingkungan yang mendukung seperti tersedianya air bersih, ikan juga sangat disukai oleh masyarakat untuk sebagai konsumsi.

Dalam membudidayakan ikan sudah menjadi suatu kegiatan bagi masyarakat khususnya di Indone Cara Budidaya Ikan Nila Merah Untuk Para Pemula

Di Indonesia sendiri sudah banyak beraneka ragam jenis ikan yang dapat dibudidayakan salah satu ikan nila merah yang cocok sekali untuk dijadikan bisnis jual beli ikan, bisnis kuliner dan tentu apabila diolah rasanya lezat dan gurih.

Dalam budidaya ikan nila merah, banyak yang mengabaikan beberapa dasar dalam teknik budidaya itu sendiri sehingga para pemula sering mengalami kegagalan dalam membudidayakan ikan nila merah.

Dalam membudidayakan ikan nila merah ada beberapa teknik seperti persiapan kolam, persiapan benih, penebaran benih ikan, pemeliharaan, dan pemanenan yang harus diperhatikan agar didalam melakukan bisnis budidaya ikan nila merah itu sendiri mendapatkan keuntungan yang maksimal, untuk itu kami akan memberikan informasi tentang bagaimana cara budiday ikan nila merah yang baik dan benar,

Persiapan Kolam

Untuk persiapan kolam anda bisa menggunakan kolam tanah, kolam terpal dan kolam semen. Pada umumnya masyarakat kebanyakan menggunakan kolam tanah.

Dalam hal ini untuk ukuran kolam dapat anda tentukan dengan luas lahan yang ada, yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kolam adalah dengan memperhatikan kedalaman kolam dengan kedalaman tidak boleh kurang dari 1 meter, sebab jika terlalu dangkal maka akan berakibat pada pertumbuhan ikan kurang optimal dan kualitas ikan nila merah itu sendiri.

Sebelum melakukan pengisian air sebaiknya kolam di jemur selama 2-3 hari terlebih dahulu, hal ini dilakukan untuk menetralkan pH yang baik untuk ikan nila, karena pH netral yang harus dilakukan untuk budidaya ikan nila merah yaitu sekitar 6-7 derajat.

Apabila mempunyai kolam bekas pakai biasanya memiliki pH dibawah 6 derajat. Untuk menetralkannya dapat kalian berikan kapur dolomite dengan memiliki dosis kurang lebih sekitar 500 hingga 1000 kg/ha.

Untuk dapat menyuburkan dasar kolam tanah bisa diberikan pupuk organik dari pupuk kandang, karena dengan tanah dasar kolam yang subur akan sangat bagus untuk tumbuhnya plankton dan lumut dengan baik yang bisa menyediakan sebagai pakan alami untuk ikan nila merah. Dengan catatan pemberian pupuk kandang dengan ditebar merata harus dengan ketebalan kurang lebih 10 cm.

Setelah dilakukan pemberian pupuk kandang pada kolam tanah sudah bisa digenangi air, pengisian air sebaiknya bertahap, tahap pertama yakni diisi 20 cm. lalu taburkan pupuk kimia urea dan kemudian diamkan selama 3 hari, hal ini bertujuan agar sinar matahari tembus hingga ke dasar kolam dan plankton dapat tumbuh subur. Selanjutnya kolam tersebut bisa di isi air penuh setinggi 0,75 m.

Persiapan Benih

Salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya ikan nila merah adalah bagaimana caranya melakukan pemilihan bibit benih yang berkualitas, pilihlah benih ikan nila yang berukuran beratnya 10-20 gram atau sekitar 5-10 cm. Benih yang berkualitas dapat dilihat dengan kondisi dan gerakannya yang gesit.

Untuk jenis kelamin benih pada ikan nila merah ini sebaiknya dipilih yang jantan karena pertumbuhan ikan nila merah jantan lebih cepat bila dibandingkan dengan ikan nila merah betina. Untuk perbedaan dapat mencapai 30-40 %, maka pemeliharaan satu jenis kelamin pada ikan nila merah sangatlah dianjurkan sehingga bisa mendapatkan hasil yang maksimal dan waktu yang lebih cepat.

Ikan nila memiliki sifat mudah melakukan dalam pemijahan, sehingga bila pemeliharaan dengan dua jenis kelamin maka energi ikan nila merah akan terbuang untuk dan mengakibatkan pertumbuhan menjadi terhambat di dalam proses perkembangbiakan. Sudah banyak benih ikan nila merah dengan jenis kelamin jantan di pasaran yang kalian dapat beli.

Penebaran Benih

Jika kolam dan benih sudah siap maka benih ikan nila merah sudah bisa ditebar ke dalam kolam. Untuk dapat menghindari kematian dan stres pada benih ikan sebaiknya dilakukan adaptasi benih terlebih dahulu dengan cara benih ikan nila ditaruh dalam sebuah wadah yang berisikan air kolam beberapa jam, lalu ikan sudah siap ditebar secara perlahan dengan cara menenggelamkan wadah dengan posisi miring dan kemudian biarkan ikan keluar dengan sendirinya.

Pemeliharaan Ikan Nila Merah

Dalam membudidayakan ikan nila merah faktor penentu keberhasilan ialah masa pemeliharaan. Apabila proses pemeliharaan ini dilakukan dengan cara benar dengan memperhatikan beberapa masalah maka akan di dapat hasil yang maksimal. Hal yang perlu diperhatikan dalam tahap pemeliharaan sebagai berikut.

Tahap pertama yaitu dengan pemberian pakan yang benar. Dalam pemberian pakan dilakukan 2 kali dalam sehari dengan jenis pakan yang mengandung protein 30%, dengan kebutuhan pakan disesuaikan dengan berat ikan nila yakni sekitar 3% dari berat tubuh. Cara untuk mengetahui berat ikan nila merah dilakukan dengan mengambil sampel ikan setiap 2 minggu sekali, sekaligus kalian dapat mengetahui perkembangan ikan tersebut.

Tahap kedua yaitu manajemen pengelolaan air kolam. Untuk kondisi air yang baik dalam pemeliharaan ikan nila merah adalah dengan pH 6-7 derajat dan kandungan oksigen yang tinggi. Untuk mendapatkan kondisi air yang berkualitas dan terjaga dengan baik maka sebaiknya lakukan penggantian air minimal dalam kurung waktu seminggu sekali sebanyak sepertiga volume air kolam. Apabila tersedia aliran air sungai yang mengaliri setiap hari jauh lebih baik. Untuk kandungan oksigen dapat dibuat kincir dengan kipas bertenaga listrik yang ditaruh ditengah-tengah kolam.

Panen Ikan Nila Merah

Untuk kebutuhan domestik biasanya ikan yang memiliki ukuran 300 hingga 500 gram dengan waktu yang diperlukan untuk bisa mencapai ukuran tersebut kurang lebih sekitar 4-6 bulan. Pemanenan harus dilakukan dengan hati-hati dengan menggunakan jaring agar ikan nila tetap hidup dan sehat. Ketika ikan sudah diangkat maka letakkan pada wadah yang berisi air dan sirkulasi udara yang cukup. Pengangkutan dengan mobil terbuka dengan terlebih dahulu melakukan pengepakan dengan menggunakan plastik yang diberikan oksigen.

Itulah informasi tentang cara budidaya ikan nila merah yang baik dan benar, mudah-mudahan bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda, Selamat mencoba !

Budidaya Tanaman Jewawut

Budidaya Tanaman Jewawut – Tanaman Jewawut membutuhkan lingkungan tumbuh yang optimal untuk menghasilkan produksi yang lebih tinggi. Namun jika kondisi lingkungan yang optimal untuk...
Jaka Winarno
4 min read

Penanganan Pasca Panen Tanaman Jewawut

Pasca Panen Tanaman Jewawut  – Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan didalam melakukan pasca panen jewawut antara lain adalah pengeringan, perontokan dan penyimpanan....
Jaka Winarno
1 min read

Produk Olahan dan Prospek Pengembangan Tanaman Jewawut

Produk Olahan dan Prospek Tanaman Jewawut – Tanaman jewawut (Setaria italica L.) merupakan tanaman tropis yang memiliki kekerabatan dengan Pennisetum. Tanaman jewawut merupakan rumput...
Jaka Winarno
2 min read