Energi Terbarukan Dari Sektor Peternakan

1 min read

Energi Terbarukan Dari Sektor Peternakan – Cadangan energi yang tersimpan dalam perut bumi sudah mulai berkurang karena penggunaannya yang terus menerus meningkat seiring dengan kebutuhan manusia terutama bahan bakar untuk  industri, kendaraan bermotor, dan juga rumah tangga.

Energi Terbarukan Dari Sektor Peternakan Energi Terbarukan Dari Sektor Peternakan

Apabila hal ini dibiarkan terus menerus terjadi, maka tidak menutup kemungkinan energi yang berasal dari perut bumi tersebut akan habis.

Secara sederhana bisa dikatakan bahwa ketika produk dari perut bumi selalu dikuras tanpa ada pembaharuan (tidak mungkin ada pembaharuan) maka produk tersebut akan habis.

Oleh sebab itu, dibutuhkan solusi yang tepat untuk mengatasinya melalui aplikasi teknologi ramah lingkungan yang minimal mengurangi ketergantungan manusia terhadap energi yang berasal dari perut bumi.

Salah satu bentuk teknologi yang dapat menghasilkan energi terbarukan adalah teknologi biogas berbahan baku kotoran ternak sapi potong.

Teknologi ini tergolong murah dan juga memberikan nilai tambah bagi peternak dalam menjalankan usahanya yang diperoleh dari hasil pengolahan limbah biogas (sludge) menjadi pupuk organik.

Teknologi ini juga sekaligus akan menghapus stigma negatif terhadap sektor peternakan ruminansia yang saat ini dianggap menjadi salah satu pemicu global warning (pemanasan global).

Teknologi biogas sesungguhnya teknologi lama akan tetapi baru dikenal dan dikembangkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir secara intensif di Sulawesi selatan dan di Sidrap pada umumnya.

Dengan memanfaatkan 4-5 ekor ternak sapi melalui penerapan yang benar, seorang peternak akan mampu memenuhi kebutuhan energi dapurnya setiap hari.

Intensifikasi usaha peternakan sapi potong terpadu yang berbasis lingkungan sehat, secara terminologi dapat diartikan sebagai sebuah usaha peternakan yang menggabungkan 3 unsur di dalamnya yaitu: unsur ekonomi, energi terbarukan, dan juga lingkungan.

Terwujudnya usaha peternakan dengan model seperti ini akan sangat menguntungkan masyarakat petani-peternak. Untuk mewujudkannya, diperlukan langkah strategis agar masyarakat dapat mengaplikasikan teknologi ini  secara berkesinambungan.

Penulis: Muh. Irwan, S.Pt., M.Si (Ketua Program Studi Peternakan UMS Rappang) email : muhirwanprima@gmail.com

Budidaya Tanaman Jewawut

Budidaya Tanaman Jewawut – Tanaman Jewawut membutuhkan lingkungan tumbuh yang optimal untuk menghasilkan produksi yang lebih tinggi. Namun jika kondisi lingkungan yang optimal untuk...
Jaka Winarno
4 min read

Penanganan Pasca Panen Tanaman Jewawut

Pasca Panen Tanaman Jewawut  – Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan didalam melakukan pasca panen jewawut antara lain adalah pengeringan, perontokan dan penyimpanan....
Jaka Winarno
1 min read

Produk Olahan dan Prospek Pengembangan Tanaman Jewawut

Produk Olahan dan Prospek Tanaman Jewawut – Tanaman jewawut (Setaria italica L.) merupakan tanaman tropis yang memiliki kekerabatan dengan Pennisetum. Tanaman jewawut merupakan rumput...
Jaka Winarno
2 min read