Hama Dan Penyakit Pada Ikan Lele Sangkuriang

1 min read

Hama Pada Ikan Lele Sangkuriang – Hama ikan adalah hewan yang berukuran lebih kecil, sama atau lebih besar dan mampu menimbulkan gangguan pada ikan. Menurut Afriantono dan Liviawaty (1992), Secara umum hama ikan dapat dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan sifat hidupnya, yaitu :

Predator

 Hama ikan adalah hewan yang berukuran lebih kecil Hama Dan Penyakit Pada Ikan Lele Sangkuriang
Predator secara harfiah diartikan sebagai pemangsa. Pada dasarnya predator adalah binatang yang sifatnya karnivora (pemakan daging) dengan cara memangsa atau menyantap targetnya.  Predator adalah hewan pemangsa yang secara sengaja maupun tidak sengaja masuk ke areal budidaya ikan dan memangsa ikan yang dibudidayakan. Jenisnya dapat berupa ikan yang lebih besar, hewan air jenis lain, hewan darat dan beberapa jenis serangga/insekta air. Contohnya seperti ikan gabus atau pemangsa lainnya seperti linsang, ular atau burung.

Kompetitor

 Hama ikan adalah hewan yang berukuran lebih kecil Hama Dan Penyakit Pada Ikan Lele Sangkuriang
Kompetitor disini dapat menghambat pertumbuhan ikan lele jenis dangkuriang yaitu dimana organisme yang menimbulkan persaingan dalam mendapatkan oksigen, pakan dan ruang gerak. Hama ini tidak dikehendaki keberadaannya dalam wadah atau areal budidaya. Contohnya ikan sejenis yang berukuran lebih besar, kepiting, katak, keong dan sebagainya.

Pengganggu/Pencuri

 Hama ikan adalah hewan yang berukuran lebih kecil Hama Dan Penyakit Pada Ikan Lele Sangkuriang

Pengganggu adalah organisme atau aktivitas lain diluar ikan budidaya yang keberadaannya dapat mengganggu ikan budidaya. Dalam melakukan budidaya ikan lele sangkuriang dimana manusia yang kurang baik dalam mengelola ikan juga dapat dikategorikan sebagai pengganggu dimana manusia saat sampling yang tidak sesuai aturan atau cara panen yang kurang baik.  Selain itu, ada juga literatur yang mengelompokkan hama ketiga ini dalam istilah ”pencuri”, yang merupakan hama menakutkan bagi petani ikan.

Penyakit Pada Ikan Lele Sangkuriang – Penyakit dapat merusak keadaan fisik, morfologi, dan atau fungsi yang mengalami perubahan dari kondisi normal karena beberapa penyebab, yaitu penyebab dari dalam (internal) dan luar (eksternal), menurut Yuasa (2003). 
Penyakit internal yaitu berupa kelainan genetik, saraf dan metabolik. Sedangkan penyakit eksternal terdiri dari penyakit patogen (bersifat parasit; penyakit viral, jamur dan bakteri) dan non patogen (bersifat lingkungan atau kualitas air dan nutrisi; pH, zat beracun, kekurangan nutrisi, kelarutan gas, dll). 

 Hama ikan adalah hewan yang berukuran lebih kecil Hama Dan Penyakit Pada Ikan Lele Sangkuriang
Sumber : www.infoikan.com
Sama seperti ikan lainnya, lele sangkuriang tidak terlepas dari ancaman hama dan penyakit. Menurut Amri (2008), Penyakit yang menyerang lele sangkuriang umumnya disebabkan oleh kondisi lingkungan yang kurang mendukung, misalnya kualitas air (terutama suhu) di bawah standar atau akibat stres karena penanganan yang salah sehingga ikan sakit. 
Sedangkan organisme patogen yang menyerang berupa Ichthiophthirius sp., Trichodina sp., Monogenea sp., dan Dactylogyrus sp. Penanggulangan organisme patogen dapat dilakukan dengan pengelolaan lingkungan budidaya yang baik serta pemberian pakan yang teratur dan mencukupi.

Pengobatan dapat menggunakan obat-obatan yang direkomendasikan. Pengelolaan lingkungan dapat dilakukan dengan melakukan persiapan kolam secara baik.  Jika perlu memperbaiki kondisi air kolam dengan menambahkan bahan probiotik. Sedangkan pengobatan ikan yang sudah terserang penyakit dapat dilakukan dengan memberikan obat yang sesuai dengan jenis penyakitnya (Kordi, 2004).

Sumber :

Afriantono, E dan Evi Liviawaty. 1992. Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan. Yogyakarta: Kanisius.

Khairul Amri. 2008. Budidaya Lele Dumbo Secara Intensif. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Kordi, M.G.H. 2004. Penanggulangan Hama dan Penyakit Ikan. Jakarta: Bina Adiaksara.

Yuasa, at. al. 2003. Panduan Diagnosa Penyakit Ikan. Teknik Diagnosa Penyakit Ikan Budidaya Air Tawar di Indonesia. Balai Budidaya Air Tawar Jambi. Jambi.

Budidaya Tanaman Jewawut

Budidaya Tanaman Jewawut – Tanaman Jewawut membutuhkan lingkungan tumbuh yang optimal untuk menghasilkan produksi yang lebih tinggi. Namun jika kondisi lingkungan yang optimal untuk...
Jaka Winarno
4 min read

Penanganan Pasca Panen Tanaman Jewawut

Pasca Panen Tanaman Jewawut  – Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan didalam melakukan pasca panen jewawut antara lain adalah pengeringan, perontokan dan penyimpanan....
Jaka Winarno
1 min read

Produk Olahan dan Prospek Pengembangan Tanaman Jewawut

Produk Olahan dan Prospek Tanaman Jewawut – Tanaman jewawut (Setaria italica L.) merupakan tanaman tropis yang memiliki kekerabatan dengan Pennisetum. Tanaman jewawut merupakan rumput...
Jaka Winarno
2 min read