Konstruksi Kandang Yang Baik Untuk Ternak Domba

2 min read

Konstruksi Kandang Ternak Domba – Konstruksi kandang yang perlu diperhatikan adalah pengaturan ventilasi serta arah, pintu, lantai, dinding dan atap kandang.

Konstruksi kandang yang perlu diperhatikan adalah pengaturan ventilasi serta arah Konstruksi Kandang Yang Baik Untuk Ternak Domba

Ventilasi

Bangunan kandang harus dilengkapi degan ventilasi sempurna yang dibuat dengan pengaturan dinding yang sebagian terbuka. Ventilasi yang sempurna sangat menguntungkan bagi domba sebab sangat berguna untuk mengeluarkan udara kotor (CO2) dari dalam kandang dan digantikan dengan udara segar (O2) dari luar. Dengan demikian, udara segar dalam kandang bisa dipertahankan. Selain itu, kelembaban dan rasa pengap dalam kandang dapat dikurangi dan menghindari kondisi yang tidak nyaman.

Arah Kandang

Sedapat mungkin kandang dibangun menghadap ke timur sehingga sinar matahari pagi dapat masuk ke dalam kandang. Sinar pagi ini amat penting bagi kesehatan domba karena membantu proses pembentukan vitamin D dan sebagai disinfektan, serta mempercepat pengeringan kandang yang basah atau lembab

Pintu Kandang

Pembuatan kandang domba juga harus mempertimbangkan segi kepraktisan dalam melakukan proses pemeliharaan. Salah satunya adalah pertimbangan letak dan ukuran pintu. Pintu kandang dibuat di sisi belakang atau samping dengan ukuran yang cukup lebar. Dengan demikian, peternak dapat dengan mudah membersihkan kandang atau akan mengeluarkan domba dari kandang dan tanpa kesulitan. Pintu dibuat berukuran 75 cm x 50 cm.

Lantai Kandang

Fungsi lantai ialah tempat untuk berdirinya ternak dan pelepas lelah untuk berbaring. Untuk itu, lantai kandang harus dibangun dengan perencanaan yang baik. Persyaratan lantai kandang yang baik antara lain harus rata, tidak licin, tak terlalu keras atau tajam, tidak tertembus air, tidak lekas panas atau dingin, dan tahan lama. Untuk konstruksi kandang kolong, lantai dapur diatur sedemikian rupa sehingga pada saat-saat tertentu lantai tersebut dapat dilepas

Ada dua macam konstruksi lantai, yakni miring dan berlubang. Lantai miring dibuat untuk kandang dengan lantai di tanah. Lantai semacam ini kurang baik karena mudah kotor, lembab, atau basah walaupun lantai tersebut telah dibuat miring. Bila menggunakan konstruksi ini, peternak setiap saat harus selalu menggantikan tilam yang kering dan tebal.

Lantai berlubang ialah lantai pada kandang panggung yang mempunyai kolong. Lantai agak tinggi dan jarak dari tanah kurang lebih 0.5 m. Lantai kandang semacam ini biasanya dibuat dari bahan yang murah, seperti bambu tua yang telah direndam air cukup lama. Lubang atau celah lantai dibuat 1.5-2 cm sehingga kotoran dan air kencing mudah jatuh ke tempat penampungannya. Semakin tinggi kolong, semakin mudah peternak membersihkan kotoran.

Dinding

Dinding kandang berguna untuk menjaga domba agar tidak keluar, menahan angin langsung masuk ke kandang, dan menahan keluarnya udara hangat dari dalam kandang di waktu malam. Untuk menjamin udara dalam kandang agar tetap segar atau tidak terlalu panas pada siang hari dan tidak kedinginan pada malam hari, konstruksi kandang bisa diatur dengan cara terbuka sebagian. Misalnya, sekeliling kandang diberi dinding dengan sisi bagian depan terbuka. Sekeliling dinding bagian atas cukup dipasang bilah-bilah bambu yang jaraknya 30 cm sehingga kepala domba dapat keluar untuk makan rumput yang disediakan di dalam tempat makan yang ada di sisi depan.

Atap Kandang 

Atap berguna untuk menghindari panas dan hujan serta menjaga kehangatan pada malam hari. Konstruksi atap sebaiknya dibuat miring atau meluncur ke belakang sehingga air hujan tidak mudah masuk ke dalam kandang. Disamping itu, beranda dibuat lebih lebar agar terik matahari tidak masuk ke dalam kandang.

Bahan pembuatan atap dipilih dari berbagai macam, misalnya genting, seng, rumbia dan ijuk. Diantara bahan-bahan tersebut, genting merupakan bahan yang murah dan memenuhi syarat. Hal itu karena genting bersifat tahan lama dan sirkulasi udara di waktu panas dapat berlangsung melalui sela-sela genting. Apabila menggunakan atap seng, pada waktu panas ruang kandang menjadi sangat panas dan pada waktu malam menjadi sangat dingin.

Sumber :

Sudarmono, A.S & Bambang Sugeng, Y. (2011). Beternak Domba. Penebar Swadaya : Bogor.

Penanganan Pasca Panen Tanaman Jewawut

Pasca Panen Tanaman Jewawut  – Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan didalam melakukan pasca panen jewawut antara lain adalah pengeringan, perontokan dan penyimpanan....
Jaka Winarno
1 min read

Produk Olahan dan Prospek Pengembangan Tanaman Jewawut

Produk Olahan dan Prospek Tanaman Jewawut – Tanaman jewawut (Setaria italica L.) merupakan tanaman tropis yang memiliki kekerabatan dengan Pennisetum. Tanaman jewawut merupakan rumput...
Jaka Winarno
2 min read

Lingkungan Usaha Budidaya Lele

Lingkungan Usaha Budidaya Lele – Lingkungan usaha merupakan segala sesuatu yang mempengaruhi aktivitas usaha suatu lembaga atau organisasi. Lingkungan yang dapat mempengaruhi aktivitas usaha...
Jaka Winarno
1 min read