Pengkajian Hubungan Serangga Dengan Tumbuhan Sebagai Ilmu

1 min read

Pengkajian Hubungan Serangga Dengan Tumbuhan Sebagai Ilmu – Pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya.

Pengkajian Hubungan Serangga Dengan Tumbuhan Sebagai Ilmu Pengkajian Hubungan Serangga Dengan Tumbuhan Sebagai Ilmu

Ilmu atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Hubungan antara serangga dengan tumbuhan diawali dari teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin.

Darwin mempublikasi teori evolusi melalui seleksi alamnya dalam buku On the Origin of Species pada tahun 1859. Dimana ia melakukan pengamatan terhadap variasi pada hewan dan tumbuhan merupakan dasar-dasar teori seleksi alam.

Sebagai contoh, Darwin memantau bahwa bunga anggrek dan serangga mempunyai hubungan dekat yang mengizinkan penyerbukan pada tumbuhan. Ia mencatat bahwa bunga anggrek mempunyai variasi pada strukturnya yang menarik serangga, sedemikian rupanya serbuk sari yang berasal dari bunga akan menempel pada tubuh serangga. Dengan begitu, serangga akan memindahkan serbuk sari dari anggrek jantan keanggrek betina.

Interaksi antara tumbuhan dan serangga terjadi secara komplek dan berlangsung sangat lama dan terus-menerus. Sehingga serangga dan tumbuhan sudah mengembangkan hubungan yang mungkin hanya menguntungkan salah satu pihak (parasitisme), atau menguntungkan keduanya (mutualisme).

Salah satu contoh hubungan pertama adalah pada kasus pemangsaan tumbuhan oleh serangga herbivora, sedangkan contoh hubungan kedua adalah penyerbukan tumbuhan oleh lebah atau kupu-kupu.

Hubungan serangga dengan tumbuhan telah memberikan kepastiannya sebagai ilmu dimana terdapat beberapa bentuk interaksi yakni,  adalah adanya tumbuhan pemakan serangga (pitofag), adanya penyerbukan tumbuhan yang dibantu oleh serangga (entomofili), adanya simbisosis antara tumbuhan dan serangga (tumbuhan dijadikan habitat atau inang oleh serangga dan hubungannya dengan mekanisme ketahanan tumbuhan), dan serangga juga bias menjadi penular patogen (vektor).

Dari berbagai bentuk tersebut maka hubungan serangga dan tumbuhan layak dikatakan sebagai ilmu. Dimana menurut para ahli bahwa ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu.

Budidaya Tanaman Jewawut

Budidaya Tanaman Jewawut – Tanaman Jewawut membutuhkan lingkungan tumbuh yang optimal untuk menghasilkan produksi yang lebih tinggi. Namun jika kondisi lingkungan yang optimal untuk...
Jaka Winarno
4 min read

Penanganan Pasca Panen Tanaman Jewawut

Pasca Panen Tanaman Jewawut  – Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan didalam melakukan pasca panen jewawut antara lain adalah pengeringan, perontokan dan penyimpanan....
Jaka Winarno
1 min read

Produk Olahan dan Prospek Pengembangan Tanaman Jewawut

Produk Olahan dan Prospek Tanaman Jewawut – Tanaman jewawut (Setaria italica L.) merupakan tanaman tropis yang memiliki kekerabatan dengan Pennisetum. Tanaman jewawut merupakan rumput...
Jaka Winarno
2 min read