Perubahan Pendekatan Budidaya Peternakan Sapi Perah

1 min read

Perubahan Pendekatan Budidaya Peternakan Sapi Perah – Menurut Pambudy (1999), sejalan dengan pertumbuhan pembangunan bidang peternakan, aktivitas budidaya peternakan dilaksanakan lewat 3 evolusi pendekatan ialah pendekatan teknis, pendekatan terpadu, serta pendekatan agribisnis.

Perubahan Pendekatan Budidaya Peternakan Sapi Perah Perubahan Pendekatan Budidaya Peternakan Sapi Perah

Pendekatan Teknis

Menurut Pambudy (1999) pendekatan teknis dicoba dengan tujuan kenaikan populasi ternak, sehingga bisa penuhi tuntutan kebutuhan pembangunan peternakan dengan upaya, antara lain: tingkatkan kelahiran lewat program inseminasi buatan( IB); menekan kematian lewat penolakan, penangkalan, penyidikan, pemberantasan, serta pengendalian penyakit ternak serta kesehatan warga veteriner; pengendalian serta penangkalan pemotongan ternak betina produktif; mengatur ekspor ternak; mengimpor ternak unggul dan tingkatkan kualitas ternak dalam negara; serta distribusi bibit ternak betina dan jantan (Pambudy et al. 2001).

Pendekatan Terpadu

Pengalaman menampilkan kalau bermacam upaya pendekatan teknis yang dicoba nyatanya tidak sanggup penuhi tuntutan kebutuhan pembangunan. Usaha kenaikan populasi ternak serta pemasukan peternak dicoba lewat pelaksanaan pendekatan terpadu dengan metode pembinaan secara masif lewat 3 pelaksanaan teknologi, ialah : teknologi penciptaan, ekonomi, serta social (Pambudy 1999).

Pelaksanaan teknologi penciptaan dicoba dengan program Panca Usaha Ternak ialah: revisi kualitas bibit, pakan, penindakan kesehatan hewan, pemeliharaan, serta reproduksi.

Pendukung pelaksanaan teknologi penciptaan diterapkan pula teknologi ekonomi berbentuk revisi pascapanen serta pemasaran sehingga Panca Usaha Ternak jadi Sapta Usaha Ternak, sebaliknya pelaksanaan teknologi sosial dicoba dengan mengorganisir peternak dalam kelompok tani serta koperasi.

Pendekatan Agribisnis

Menurut Djajalogawa dan Pambudy (2003), agribisnis peternakan dimaksud bagaikan sesuatu aktivitas bidang usaha peternakan yang menanggulangi segala aspek siklus penciptaan secara balance dalam sesuatu paket kebijakan yang utuh lewat pengelolaan pengadaan, penyediaan serta penyaluran fasilitas penciptaan, aktivitas budidaya, pengelolaan pemasaran dengan mengaitkan seluruh stakeholders (pemangku kepentingan) dengan tujuan buat memperoleh keuntungan yang balance serta sepadan untuk kedua belah pihak (petani-peternak serta industri swasta).

Sistem agribisnis peternakan ialah aktivitas yang mengintegrasikan pembangunan zona pertanian secara simultan (dalam makna luas) dengan industri serta jasa dalam sesuatu kelompok industri peternakan yang mencakup 4 subsistem. Keempat subsistem tersebut bagi Saragih (2000), antara lain :

Subsistem agribisnis hulu (upstream off-farm agribusiness), ialah aktivitas ekonomiĀ  (penciptaan serta perdagangan) yang menciptakan sapronak semacam bibit, pakan, obat- obatan, inseminasi buatan, serta lain-lain.

Subsistem agribisnis peternakan (on-farm agribusiness) ialah, aktivitas ekonomi dalam wujud usaha peternakan.

Subsistem agribisnis hilir (downstream off-farm agribusiness), ialah aktivitas ekonomi mencerna serta memperdagangkan hasil usaha peternakan. Komponen yang tercantum dalam subsistem ini, antara lain : industri susu, industri pemotongan ternak, industri pengolahan serta pengalengan daging, serta industri pengolahan kulit.

Subsistem jasa penunjang (supporting institution), ialah aktivitas yang sediakan jasa agribisnis peternakan, semacam : perbankan, asuransi, koperasi, transportasi, penyuluhan, poskeswan, lembaga pemerintahan, lembaga pembelajaran, serta riset.

Sumber :

Djajalogawa SS, Pambudy R. 2003. Peduli Peternak Rakyat. Jakarta (ID): Yayasan Agrindo Mandiri.

Pambudy R, Sipayung T, Priatna WB, Burhanuddin, Kriswantriyono A, Satria A. 2001. Bisnis dan Kewirausahaan dalam Sistem Agribisnis. Bogor (ID): Pustaka Wirausaha Muda.

Pambudy R. 1999. Perilaku komunikasi, perilaku wirausaha peternak, dan penyuluhan dalam sistem agribisnis peternakan ayam. [disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Saragih B. 2000. Agribisnis Berbasiskan Peternakan. Bogor (ID): USESE Foundation dan Pusat Studi Pembangunan IPB.

Dear Rahmatullah Ramadan. 2015. Keberlanjutan Pembangunan Kawasan Usaha Peternakan Sapi Perah Kabupaten Bogor. Tesis. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor

Kelembagaan Mekanisasi Pertanian Sebagai Bagian Dari Sistem Inovasi Mekanisasi…

Inovasi Mekanisasi Pertanian – Lembaga-lembaga yang berkaitan dengan mekanisasi pertanian serta  upaya pengembangan mekanisasi pertanian tidak terlepas dari dukungan kelembagaan karena lembaga-lembaga inilah yang...
Jaka Winarno
2 min read

Pemenuhan Protein Pada Konsumsi Ikan, Terutama Ikan Akuakultur Yang…

Pemenuhan Protein Pada Konsumsi Ikan, Terutama Ikan Akuakultur Yang Terkontrol – Di negara maju, di mana pendapatan umumnya tinggi dan kebutuhan makanan pokok telah...
Jaka Winarno
47 sec read

Bisnis Usaha Pertanian yang Menguntungkan

Bisnis Usaha Pertanian – Memulai bisnis usaha pertanian yang menguntungkan saat ini bisa di jalankan dengan modal kecil, sedang hingga besar. Kalian bisa kondisikan...
Jaka Winarno
1 min read