Sejarah dan Klasifikasi Kuda di Indonesia

1 min read

Sejarah dan Klasifikasi Kuda di Indonesia – Kuda merupakan salah satu spesies modern mamalia dari genus Equus. Hewan ini sejak lama menjadi salah satu ternak penting secara ekonomis. Tak heran, bila kuda dianggap sebagai hewan ternak yang telah banyak mengubah kehidupan umat manusia.

Sejarah dan Klasifikasi Kuda di Indonesia Sejarah dan Klasifikasi Kuda di Indonesia

Awalnya kuda memang banyak memegang peranan penting dalam pengangkutan orang dan barang selama ribuan tahun. Namun, sering dengan perkembangan zaman, pemanfaatan kuda tidak hanya sebatas sebagai pengangkutan ataupunĀ  penarik. Hewan yang satu ini pun banyak diminati dalam beberapa bidang olahraga, diantaranya pacuan kuda, ketangkasan berkuda, dan polo.

Asal-usul Kuda dan Penyeberannya

Kuda dalam bahasa latin disebut Equus caballus, termasuk Famili Equidae, yaitu berkuku satu yang mulanya berasal dari jari tiga. Kuda yang saat ini tersebar di seluruh dunia sejatinya berasal dari binatang kecil yang oleh beberapa ilmuwan disebut sebagai eohippus atau dawn horse.

Binatang kecil tersebut telah mengalami evolusi sekitar 60 juta tahun lalu. Tahun 1867, kerangka lengkap dari fosil Eohippus telah ditemukan di tebing eocene. Kemudian pada tahun 1931 kerangkanya disusun kembali di Big Horn Basin, Wyoming USA oleh palaeontologi dari Institut Teknologi California.

Proses evolusi kuda terjadi melalui beberapa tahapan yang dimulai dari 1) eohippus, berkembang pada zaman Eocene dengan tinggi 25 cm; 2) mesohippus, perkembangannya dimulai pada zaman Ologocene dengan tinggi mencapai 60 cm dan mempunyai 3 jari; 3) merychippus, berkembang pada pertengahan dan akhir zaman Miocene dengan tinggi yang sudah mencapai 100 cm dan jari tengah mulai memendek; 4) pliohippus; berkembang pada pertengahan zaman Pleisticene sekitar 6 juta tahun yang lalu, tingginya mencapai 125 cm.

Kuku juga mulai berkembang menjadi kuku satu dan seterusnya disebut equus, yang tinggi dan ukurannya bervariasi serta bentuk kuku makin bagus. Fosil kuda hampir ditemukan pada setiap daerah di seluruh penjuru dunia. Hal tersebut menunjukkan bahwa ternak kuda dapat menyesuaikan diri terhadap iklim setempat.

Penyebaran kuda dimulaiĀ  dari Amerika Utara ke arah Amerika Selatan, Asia, Eropa dan Afrika yang terjadi sekitar 1 juta tahun yang lalu pada akhir zaman es (9.000 SM). Sekitar abad ke-16 penjelajah Spanyol mendarat di Meksiko dengan membawa 16 ekor kuda dan selanjutnya kuda-kuda tersebut berkembang dan menyebar di wilayah Amerika.

Sementara itu, perkembangan kuda di Indonesia dimulai sejak berdirinya kerajaan Hindu dan Budha pada abad ke-7 Masehi. Kerajaan-kerajaan ini memiliki armada maritim yang kuat sehingga mempercepat usaha perkembangbiakan dan penyebaran kuda ke seluruh wilayah Indonesia mulai dari Pulau Jawa sampai Sulawesi, bahkan ke pulau-pulau kecil lainnya.

Klasifikasi Kuda

Secara umum, kuda dapat diklasifikasikan berdasarkan ukuran tinggi, berat dan kegunaannya.

Kuda Ringan (Light Horses)

Kuda ringan memiliki tulang belulang yang kecil, kakinya tipis, dan memliki berat 900-1200 lbs (450-600 kg) saat dewasa, tinggi 14,4-17 hands (146-173 cm). Kegunaan utama jenis kuda ini adalah untuk kuda pacu , kuda tunggang, atau untuk membantu dalam peternakan. Kuda light horses umumnya lebih lincah dan cepat dibandingkan dengan kuda draft horse.

Kuda Berat (Heavy Horses)

Kuda berat memiliki tulang belulang yang besar dan kaki. Kakinya tebal dan kuat dengan berat 1400 lbs (700 kg) atau lebih saat dewasa dan tinggi 14,5-15,5 hands (147-157 cm). Kegunaan utama kuda ini adalah untuk kuda tarik beban, kuda tunggang, dan kuda yang dipakai untuk pekerjaan berat lainnya.

Kuda Poni dan Keledai

Kuda poni dan keledai biasanya memiliki berat kurang dari 800 lbs (400 kg) saat dewasa dan tinggi di bawah 14,5 hands (147 cm).

Sumber :

Maswarni & Nofiar, R. (2014). Kuda (Manajemen Pemeliharaan dan Pengembangbiakan). Penebar Swadaya. Jakarta.

Budidaya Tanaman Jewawut

Budidaya Tanaman Jewawut – Tanaman Jewawut membutuhkan lingkungan tumbuh yang optimal untuk menghasilkan produksi yang lebih tinggi. Namun jika kondisi lingkungan yang optimal untuk...
Jaka Winarno
4 min read

Penanganan Pasca Panen Tanaman Jewawut

Pasca Panen Tanaman Jewawut  – Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan didalam melakukan pasca panen jewawut antara lain adalah pengeringan, perontokan dan penyimpanan....
Jaka Winarno
1 min read

Produk Olahan dan Prospek Pengembangan Tanaman Jewawut

Produk Olahan dan Prospek Tanaman Jewawut – Tanaman jewawut (Setaria italica L.) merupakan tanaman tropis yang memiliki kekerabatan dengan Pennisetum. Tanaman jewawut merupakan rumput...
Jaka Winarno
2 min read