Teknik Budidaya Ganyong

2 min read

Teknik Budidaya Ganyong – Ganyong merupakan salah satu jenis tumbuhan yang termasuk dalam golongan umbi-umbian. Banyak masyarakat belum mengenal jenis tanaman yang satu ini, tetapi di pedesaan tanaman ganyong ini banyak tumbuh di alam liar. Ganyong memiliki nama beragam di setiap daerah, ada yang menyebut bunga tasbih, ubi pikul, ganyal, ganyol atau sinetra. Ganyong sendiri memiliki nama asing yaitu Queensland ArrowrootGanyong merupakan salah satu jenis tumbuhan yang termasuk dalam golongan umbi Teknik Budidaya Ganyong

Ganyong memiliki kandungan karbohidrat yang bisa mengantikan nasi. Sekarang ini pemanfaatan ganyong memang lebih beragam diantaranya dapat dibuat dalam berbagai olahan makanan baik itu roti, mie, kue kering dan lainnya. Dengan manfaatnya yang beragam tentu membuat harga jual ganyong bisa menguntungkan.

Pada umumnya dalam budidaya ganyong bisa dikatakan sangat mudah dan tidak perlu perawatan khusus apalagi kalian bisa menemukan ganyong ini tumbuh liar di pedesaan, tetapi kalian juga harus memperhatikan beberapa hal untuk membudidayakan ganyong agar bisa menguntungkan, jadi pembahasan kali ini kami akan memberikan informasi tentang bagaimana teknik dalam budidaya tanaman ganyong. 

Persiapan Benih

Tanaman ganyong diperbanyak secara vegetatif.  Bagian tanaman yang baik digunakan sebagai bibit adalah ujung ujung rhizome atau tunas umbi muda yang telah mencapai ukuran normal dan mengandung 1-2 mata tunas sehat. Bibit dapat diperoleh sewaktu dilakukannya panen. 

Pengolahan Tanah

Untuk budidaya tanaman ganyong tanah yang baik digunakan yaitu tanah gembur, karena pada struktur tanah yang gembur umbi dapat tumbuh dengan leluasa. Nah, untuk itu kalian perlu melakukan pengolahan sebaik mungkin dengan cara membajak atau mencangkul dengan kedalaman 20-30 cm agar bisa menghasilkan tanah yang gembur. Pada tanah liat berat sebaiknya dibuat guludan agar drainasernya dapat sempurna. Sedang pada jenis tanah yang lainnya, tanah cukup dibuat bedengan-bedengan. 

Penanaman

Waktu tanam ganyong sebaiknya dilakukan menjelang datangnya musim hujan.  Bibit ditanam pada bedengan-bedengan yang telah disiapkan dengan menggunakan alat tanam seperti tugal atau cangkul dengan kedalaman antara 8-15 cm. 
Jarak tanam 90×90 cm pada jenis tanah liat ringan. Untuk tanah liat berat digunakan jarak tanam 120×120 cm. Pada areal yang masih banyak terdapat rerumputan atau alang-alang, maka sebaiknya digunakan jarak tanam yang lebih lebar, yaitu 135×180 cm.

Pemeliharaan

Penyiangan dan Pembumbunan 

Dalam budidaya tanaman ganyong kalian perlu melakukan penyiangan untuk mengatasi serangan gulma, kalian bisa melakukan penyiangan setiap bulannya terutama selama 3-4 bulan pertama. Pembumbunan dilakukan pada saat Ganyong berumur 2-2.5 bulan. Untuk melakukan pembumbunan kalian tinggal mencangkul tanah disekitar tanaman lalu tanah tersebut dipakai untuk menimbun pangkal-pangkal tanaman ganyong.

Pemupukan 

Untuk pemupukan kalian bisa menggunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang sebanyak 25-30 ton/ha yang diberikan pada saat pengolahan tanah. Selain pupuk organik, kalian bisa membuat pupuk sendiri yang terbuat dari pupuk buatan (pupuk anorganik) yang diberikan yaitu Urea sebanyak 350-400  kg/ha,  SP-36 sebanyak 200-300 kg/ha dan KCL sebanyak 100-350 kg/ha atau sesuai tingkat kesuburan tanah. 

Pengendalian Hama Penyakit 

Hama yang penting pada tanaman ini adalah kumbang dan belalang, serta ulat tanah (Agrotis spp.). Kumbang dan belalang dapat diberantas dengan menggunakan insektisida Agrothion 50 dengan dosis 0.6-2 liter/ha. Sedangkan ulat tanah dapat dikendalikan dengan insektisida Dursban 20 EC, Hostathion 40 EC, dan Phosvel 30 EC.

Hama yang menyerang hasil panen ganyong adalah Calopodes ethilus dan Cobalus cannae. Patogen yang menyerang adalah Fusarium spp, Puccina cannae dan Rhizoctonia spp. Dengan adanya serangan tersebut, umbi menjadi bercendawan dan busuk. Sebagai pencegahan, umbi sebaiknya jangan disimpan pada tempat yang lembab.

Pengairan 

Pengairan tidak begitu diperlukan oleh tanaman ini, karena masih dapat tumbuh dengan baik di tanah yang kering, kalian tinggal melihat dari kondisi tanaman saja. 

Pemanenan

Pada umur antara 6 – 12 bulan setelah tanam. Ciri :daun-daun menguning, mulai layu dan mati  Cara panen dapat dilakukan dengan pencabutan jika batang tanamannya belum rapuh. Jika sudah rapuh dan letak umbi yang letaknya agak di dalam tanah panen dilakukan dengan cara mendongkel. Produktivitas Ganyong di Jawa ialah 7,5 ton/ha, sedangkan di Hawai mencapai 45 ton/ha pada umur 8 bulan.

Itulah informasi tentang teknik budidaya ganyong yang baik dan benar, mudah-mudahan bisa bermanfaat dan menambah wawasan Anda, Selamat mencoba !

Kelembagaan Mekanisasi Pertanian Sebagai Bagian Dari Sistem Inovasi Mekanisasi…

Inovasi Mekanisasi Pertanian – Lembaga-lembaga yang berkaitan dengan mekanisasi pertanian serta  upaya pengembangan mekanisasi pertanian tidak terlepas dari dukungan kelembagaan karena lembaga-lembaga inilah yang...
Jaka Winarno
2 min read

Pemenuhan Protein Pada Konsumsi Ikan, Terutama Ikan Akuakultur Yang…

Pemenuhan Protein Pada Konsumsi Ikan, Terutama Ikan Akuakultur Yang Terkontrol – Di negara maju, di mana pendapatan umumnya tinggi dan kebutuhan makanan pokok telah...
Jaka Winarno
47 sec read

Bisnis Usaha Pertanian yang Menguntungkan

Bisnis Usaha Pertanian – Memulai bisnis usaha pertanian yang menguntungkan saat ini bisa di jalankan dengan modal kecil, sedang hingga besar. Kalian bisa kondisikan...
Jaka Winarno
1 min read