Teknik Budidaya Ikan Bandeng Di Air Tawar

2 min read

Teknik Budidaya Ikan Bandeng Di Air Tawar – Teknik pemeliharaan Bandeng di air tawar tidak berbeda dengan pemeliharaan di air payau (tambak). sebagai ikan yang bersifat euryhaline (dapat menyesuaikan diri pada rentang salinitasi yang luas), bandeng dapat hidup dengan baik di air tawar. Di air tawar, bandeng dapat dipelihara di kolam, keramba, hampang dan Kolam Jaring Apung (KJA).

Teknik Budidaya Ikan Bandeng Di Air Tawar Teknik Budidaya Ikan Bandeng Di Air Tawar
Berikut ini akan dijelaskan teknik budidaya ikan bandeng di air tawar,

Adaptasi Nener (anak bandeng)
Nener, pada umumnya diproduksi dalam sistem air laut sejak induk hingga pendederan dengan rentang salinitasi air 30-32 ppt (telur dan larva) dan salinitas 10-20 ppt (golongan muda).

Maka, agar bandeng dapat dipelihara di air tawar, dengan salinitasi air 0-5 ppt maka perlu dilakukan adaptasi. Karena, semakin menurun tingkat salinitasi air, maka tingkat kematian nener (bibit bandeng).

Pada dasarnya, nener sangat mudah beradaptasi dengan air tawar, asalkan penurunan salinitasi air tidak dilakukan secara mendadak, tapi dilakukan secara bertahap.

Penurunan salinitasi air idealnya seperti dari 30 ppt untuk mencapai 0 ppt selama 3 hari dengan penurunan salinitasi air 10 ppt per hari.

Untuk melakukan proses adaptasi nener kedalam air tawar, biasanya dilakukan dalam bak dengan kapasitas 1000 ekor nener/m2.

Lalu secara bertahap proses penurunan salinitasi air dilakukan dengan mengurangi air laut di dalam bak dengan menambah air tawar.

Begitu terus hingga nener benar-benar dapat beradaptasi dengan air tawar secara keseluruhan. Hal ini dimaksudkan agar nener tidak stres dan mati.

Pembesaran Bandeng di Kolam
Apabila bandeng akan dipelihara dalam kolam tanah, terlebih dahulu kolam dipersiapkan agar pada saat bandeng akan di tebar, kolam dalam kondisi baik. Berikut ini tahapan-tahapan dalam Pembesaran bandeng di kolam.
1. Persiapan Kolam
Kolam di keringkan selama 3-7 hari, fungsinya untuk membunuh hama dan kuman penyakit yang berada di dasar kolam.

Pematang Kolam harus kuat, dan buat pintu air pada kolam agar pada saat pengeringan kolam mudah dilakukan.

Cangkul dasar kolam agar tanah pada dasar kolam pada waktu diairi akan cepat melumpur. Lalu taburi dasar kolam dengan kapur sesuai dengan pH tanah, fungsi pemberian kapur pada dasar kolam yaitu untuk menaikan pH kolam menjadi 7,0 – 8,0 dan berfungsi sebagai pencegah serangan penyakit pada nener.
Selanjutnya taburi kolam dengan pupuk organik dengan volume 1 ton/hektare, ditambah pupuk Urea dan TSP dengan volume Urea 150kg/hektare dan TSP 75kg/hektare.

Setelah proses pemupukan selesai, airi kolam dengan ketinggian air 10 cm dan biarkan selama 3-4 hari, hal ini dimaksudkan agar jasad renik tumbuh pada dasar kolam selama proses pembusukan pupuk organik dan pupuk buatan tadi.

Pada hari ke 5 pengairan, air dalam kolam ditambah hingga mencpai ketinggian 40 cm

2. Penebaran Benih
Penebaran benih ikan bandeng (nener) dapat dilakukan setelah kolam diari dengan ketinggian 40 cm, penebaran benih pada kolam harus sesuai dengan kapasitas kolam, untuk nener yang berukuran panjang 3-5 cm (golongan bandeng muda), perbandingan isi kolam yaitu 3-5 ekor per meter persegi.
Selama proses Aklimatisasi (adaptasi nener pada kolam baru) di kolam baru yang berlangsung selama 3-7 hari, bandeng muda tidak memerlukan pakan buatan, karena makanan sudah tercukupi dari pemberian pupuk organik dan pupuk buatan tadi.

Setelah 7 hari penebaran, air kolam ditambah hingga mencapai ketinggian 1 meter dan pakan buatan (pelet) baru dapat diberikan.

3. Pemberian Pakan Buatan (pelet)
Pemberian Pakan Buatan pada budi daya pembesaran bandeng dilakukan sebanyak 3 x sehari dengan volume 50 kg/hektar/hari atau 3-5% bobot massa bandeng.

Pemberian pakan dilakukan pada pagi hari jam 07.00-08.00 dengan kadar 20% = 10kg/hektare, pada siang hari jam 11.00 – 12.00 dengan kadar 40% = 20kg/hektare, dan sore hari pada jam 16.00 – 17.00 dengan kadar 40% = 20kg/hektare.

4. Pemanenan
Bandeng dapat dipanen sesuai dengan kebutuhan konsumen. Untuk umpan hidup bandeng dapat dipanen setelah berusia 4 bulan dengan berat bandeng 10-20 ekor/kg.
Untuk Bandeng konsumsi, bandeng dapat dipanen setelah bandeng berusia 6 bulan dengan berat bandeng 3-4 3 ekor/kg.

Dan untuk budi daya pembesaran bandeng super, lama pembesaran dilakukan sampai bandeng berusia 8-10 bulan dengan berat 1 – 2 ekor/kg.

Itulah informasi tentang cara budidaya bandeng di air tawar mudah-mudahan bisa bermanfaat dan menambah wawasan Anda, Selamat mencoba !

Penanganan Pasca Panen Tanaman Jewawut

Pasca Panen Tanaman Jewawut  – Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan didalam melakukan pasca panen jewawut antara lain adalah pengeringan, perontokan dan penyimpanan....
Jaka Winarno
1 min read

Produk Olahan dan Prospek Pengembangan Tanaman Jewawut

Produk Olahan dan Prospek Tanaman Jewawut – Tanaman jewawut (Setaria italica L.) merupakan tanaman tropis yang memiliki kekerabatan dengan Pennisetum. Tanaman jewawut merupakan rumput...
Jaka Winarno
2 min read

Lingkungan Usaha Budidaya Lele

Lingkungan Usaha Budidaya Lele – Lingkungan usaha merupakan segala sesuatu yang mempengaruhi aktivitas usaha suatu lembaga atau organisasi. Lingkungan yang dapat mempengaruhi aktivitas usaha...
Jaka Winarno
1 min read