Teknik Pemberian Pakan Dalam Budidaya Ternak Domba

2 min read

Teknik Pemberian Pakan Dalam Budidaya Ternak Domba – Pada umumnya, teknik pemberian pakan domba di Indonesia ada dua macam, nah bagi kalian ingin mengetahuinya simak penjelasan berikut ini,

Teknik Pemberian Pakan Dalam Budidaya Ternak Domba Teknik Pemberian Pakan Dalam Budidaya Ternak Domba

1. Pemberian Pakan Dengan Cara Digembalakan

Pada cara ini, domba dilepas untuk mencari pakan sendiri di lapangan penggembalaan. Domba digembalakan selama 6-8 jam sehari. Penggembalaan dilakukan sesudah hijauan bebas dari embun sampai sore hari.  Pada siang hari domba dapat beristrahat sambil menunggu makanan yang dicerna dari perutnya dan mengunyahnya lagi.

Domba termasuk perumput selektif, domba lebih menyukai rumput dan berbagai jenis semak yang pendek, misalnya leguminosa. Domba yang digembalakan di lapangan penggembalaan dengan jenis hijauan muda belum tentu akan minum, sehingga air minum harus selalu disediakan. Keperluan air minum domba yang dipelihara di daerah tropis sebanyak 4-5 liter/ekor/hari. Kelebihan dan kekurangan teknik pemberian pakan dengan cara digembalakan dapat dilihat pada tabel berikut :

KELEBIHANKEKURANGAN
Domba dapat memilih pakan yang paling disukai dengan mutu yang lebih baik.Bila hari hujan, domba basah dan tidak akan mendapatkan pakan yang cukup
Kuku domba tidak tumbuh panjang dan terbentuk baik sehingga dapat berdiri seimbang saat berdiri atau berjalanSusah melakukan perkawinan terarah dalam rangka pemuliaan
pemborosan energi karena domba banyak berjalan
Pada waktu terjadi kemarau panjang, mutu pakan jelek sehingga pertumbuhan dapat terganggu

2. Pemberian Pakan Dengan Cara Disediakan

Pakan yang disediakan untuk ternak domba yang dipelihara didalam kandang secara terus menerus pada umumnya berupa hijauan, pakan penguat, garam dan makanan suplemen.

Hijauan

Jumlah pakan hijauan yang diberikan pada domba dewasa rata-rata 10% dari berat badan atau 4,5 – 5 kg/ekor/hari yang disajikan sedikit demi sedikit 2 – 3 kali sehari, ini dimaksudkan agar domba dapat istirahat dan ada kesempatan untuk mencerna makanan yang ada di dalam perut domba.
Pemberian pakan yang disajikan sekaligus untuk jatah sehari dalam jumlah banyak akan merangsang domba makan terus menerus sehingga jumlah hijauan yang dimakan menjadi banyak dan bahan pakan yang masuk kedalam rumen memadat.
Khasiat hijauan dapat meningkat lebih dari dua kali lipat bila pemberiannya diatur sedikit demi sedikit. Jika hijauan terlalu lama di dalam rumen, penghancuran pakan oleh bakteri akan berlangsung terlalu lama dan mengakibatkan sebagian zat gula dan protein yang telah dicerna akan dipecah menjadi gas dan panas sehingga kurang bermanfaat bagi tubuh.

Pakan Penguat

Domba-domba yang membutuhkan pakan penguat ialah induk bunting, induk menyusui, pejantan, anak domba, serta domba-domba yang digemukkan. Pakan penguat yang diberikan dapat terdiri atas satu macam bahan pakan saja, seperti bekatul dan dedak jagung atau ditambah bahan lain seperti bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, atau bungkil kedelai.
Bahan pakan penguat, misalnya bukil kelapa, tidak dapat diberikan sebagai pakan tunggal, tetapi harus dicampur dengan bahan pakan lain. Bungkil kelapa sebagai salah satu bahan pakan campuran yang pemberian maksimalnya sebanyak 50%.

Garam (NaCl) dan Makan Suplemen

Garam hendaknya tersedia tiap waktu karena kebutuhan tubuh domba akan sumber mineral ini sekitar 7 gram/ekor/hari. Untuk menjamin kebutuhan garam, sebaiknya pada tiap ruang kandang disediakan garam bata yang ditaruh pada kotak kecil. Domba-domba yang kekurangan NaCl dapat dipenuhi dengan menjilati garam bata yang telah disediakan.
Bagi domba yang bunting dapat diberi tambahan suplemen protein dan mineral. Apalagi pada saat kemarau panjang yang mengakibatkan kondisi pakan hijauan sangat jelek dan kualitas gizinya menjadi sangat rendah. Untuk meningkatkan kualitas gizinya, pada makanan perlu diberikan tambahan suplemen protein dan mineral.
Sumber :
Sudarmono, A.S & Bambang Sugeng, Y. (2011). Beternak Domba. Penebar Swadaya : Bogor.

Budidaya Tanaman Jewawut

Budidaya Tanaman Jewawut – Tanaman Jewawut membutuhkan lingkungan tumbuh yang optimal untuk menghasilkan produksi yang lebih tinggi. Namun jika kondisi lingkungan yang optimal untuk...
Jaka Winarno
4 min read

Penanganan Pasca Panen Tanaman Jewawut

Pasca Panen Tanaman Jewawut  – Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan didalam melakukan pasca panen jewawut antara lain adalah pengeringan, perontokan dan penyimpanan....
Jaka Winarno
1 min read

Produk Olahan dan Prospek Pengembangan Tanaman Jewawut

Produk Olahan dan Prospek Tanaman Jewawut – Tanaman jewawut (Setaria italica L.) merupakan tanaman tropis yang memiliki kekerabatan dengan Pennisetum. Tanaman jewawut merupakan rumput...
Jaka Winarno
2 min read