Teknologi Bidang Peternakan

2 min read

Teknologi Bidang Peternakan – Teknologi hanya akan memberikan kontribusi jika ia digunakan dalam proses produksi barang/jasa untuk meningkatkan kualitas hidup umat manusia, termasuk dalam upaya penyediaan pangan yang cukup, bergizi, aman, dan sesuai selera konsumen serta terjangkau secara fisik dan ekonomi bagi setiap individu sehingga ketahanan pangan dapat dicapai. 

 Teknologi hanya akan memberikan kontribusi jika ia digunakan dalam proses produksi barang Teknologi Bidang Peternakan

Banyak teknologi peternakan di masa lalu yang di introduksikan kepada para pengguna (terutama pengguna primer) tetapi tidak digunakan dalam proses produksi pangan sebagai akibat dari tidak padunya antara teknologi yang di introduksikan dengan kebutuhan dan/atau kapasitas adopsi pihak pengguna. 
Ketahanan pangan berbasis peternakan tercapai jika seluruh individu rakyat Indonesia mempunyai akses (secara fisik dan finansial) untuk mendapatkan pangan asal hewan untuk memenuhi konsumsi protein hewani mereka agar dapat hidup sehat dan produktif.

Penggunaan teknologi di bidang peternakan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu pembibitan, pakan, dan pasca panen. Di bidang pembibitan antara lain : pengembangan transfer embrio, inseminasi buatan, sexing spermatozoa, kajian kelahiran kembar pada ternak sapi, up grading ternak lokal, dll. 
Dalam bidang teknologi pakan dilakukan dengan kajian pakan komplit berbasis sumberdaya lokal, pemuliaan tanaman pakan ternak, integrasi ternak dan perkebunan, teknologi pakan suplemen untuk meningkatkan produktivitas ternak dll. Sedangkan di bidang teknologi pasca panen antara lain : produksi prebiotik dari pakan, kajian keju probiotik, teknologi pengolahan susu, teknologi pengawetan daging dan teknologi biogas.

Teknologi Budidaya

Untuk menunjang keberhasilan dalam pembangunan subsektor peternakan adalah bibit ternak. Agar tujuan dan sasaran pembangunan peternakan untuk memenuhi kebutuhan bibit nasional, maka peran teknologi perbibitan menjadi sangat penting. 
Beberapa teknologi budidaya yang diyakini mampu meningkatkan populasi dan mutu genetik ternak dalam rangka penyediaan bibit unggul diantaranya adalah teknologi inseminasi buatan (IB) dan teknologi transfer embrio (TE). Dalam pengembangan teknologi peternakan dapat dikembangkan dengan teknologi kriopreservasi sperma dan embrio, selanjutnya produksi embrio secara in vitro.

Teknologi  Pakan Ternak

Persoalan mendasar untuk memproduksi bibit sapi unggul adalah ketersediaan pakan yang cukup dan memadai. Sulit memelihara ternak yang membutuhkan input besar, sehingga ternak tidak dapat memproduksi maksimal/ optimal. 
Disisi lain lahan untuk hijauan makanan ternak dan pengembalaan semakin terbatas, sehingga perlu upaya yang kuat membuat pengolahan pakan berbasis limbah pertanian. 
Pusat Pengolahan Pakan Ternak Ruminansia (P3TR) dibuat dengan mengumpulkan seluruh bahan-bahan pakan dari limbah pertanian, agro industri pertanian, perikanan, perkebuhan dan kehutanan ditempatkan disatu lokasi. Selanjutnya dari bahan pakan ini diolah menjadi berbagai pakan ternak (silase, hay, complete feed, dll).

Teknologi tentang bahan-bahan pakan dan ransum yang telah siap dikonsumsi oleh ternak, masih terpaku pada pengadaan pakan dan prosesnya, namun belum banyak pada mutu dari kandungan nutrisinya. 
Pengolahan bahan pakan secara fisik, seperti halnya pada perlakuan pencacahan, pemotongan hijauan sebelum diberikan pada ternak akan membantu memudahkan ternak untuk mengkonsumsi dan mencerna.

Untuk bahan pakan secara kimiawi, hanya terbatas pada upaya penambahan aditif atau vitamin atau upaya lain seperti pemecahan dinding sel hijauan yang umumnya mengandung khitin, selulosa dan hemiselulosa sehingga hijauan sulit dicerna dan atau diproses oleh mikroba dalam rumen.  Penambahan proses kimiawi ini sangat sedikit diterapkan di peternak kecil, karena adanya tambahan biaya yang tidak sedikit. (Unadi, 2013).

Teknologi Pasca Panen

Dalam teknologi pasca panen banyak hal yang bisa dilakukan untuk pengolahan didalam pasca panen bidang peternakan, diantaranya :

1. Pembuatan Abon (abon sapi, abon ayam)

2. Pembuatan Dendeng (dendeng sapi, dendeng bebek)

3. Pembuatan Telur Asin (aneka cara)

4. Aneka Kremesan (ayam dan empal kremes, bebek goreng)

5. Aneka Pembuatan Bakso (bakso sapi , ayam)

6. Nugget (chicken nugget)

7. Aneka olahan ayam (chicken drumsteak, chicken karage, crispy skin fries)

8. Sosis (sosis sapi, sosis ayam)

Itulah informasi tentang teknologi dalam bidang peternakan, mudah-mudahan bisa bermanfaat dan menambah wawasan Anda, Selamat mencoba !

Sumber : 

Unadi, A. 2013. Teknologi Alat dan Mesin untuk Agribisnis Peternakan di Kawasan Perkebunan Sawit. Lokakarya Sistem Integrasi Kelapa Sawit-Sapi

Penanganan Pasca Panen Tanaman Jewawut

Pasca Panen Tanaman Jewawut  – Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan didalam melakukan pasca panen jewawut antara lain adalah pengeringan, perontokan dan penyimpanan....
Jaka Winarno
1 min read

Produk Olahan dan Prospek Pengembangan Tanaman Jewawut

Produk Olahan dan Prospek Tanaman Jewawut – Tanaman jewawut (Setaria italica L.) merupakan tanaman tropis yang memiliki kekerabatan dengan Pennisetum. Tanaman jewawut merupakan rumput...
Jaka Winarno
2 min read

Lingkungan Usaha Budidaya Lele

Lingkungan Usaha Budidaya Lele – Lingkungan usaha merupakan segala sesuatu yang mempengaruhi aktivitas usaha suatu lembaga atau organisasi. Lingkungan yang dapat mempengaruhi aktivitas usaha...
Jaka Winarno
1 min read