Teknologi Cara Tanam Tomat

2 min read

Teknologi Cara Tanam Tomat  – Tomat dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi (pegunungan). Untuk jenis tomat sayur bisa ditanam di dataran rendah sedangkan jenis tomat apel lebih baik ditanam di daratan tinggi. Akan tetapi masih banyak lagi varietas tomat yang termasuk tipe tomat apel yang cocok ditanam di dataran rendah dan tahan terhadap penyakit layu seperti VC.11 (ratna), AV 33 (intan), berlian, mutiara, dan TW 375.

Tomat dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi Teknologi Cara Tanam Tomat

Untuk tanaman tomat kandungan tanah yang baik digunakan memiliki zat hara dan nitrogen, oleh karena itu penanaman tomat harus pada tanah gembur, sedikit mengandung pasir, dan banyak mengandung bahan organik (subur). Jenis tanah liat juga bisa digunakan tetapi harus sedikit mengandung pasir dengan derajat keasaman tanah (pH) antara 5-6. 

Tanaman tomat pun tidak tahan terhadap hujan. Oleh karena itu, waktu tanam terbaik ialah dua bulan sebelum musim hujan bingga akhir musim hujan. Waktu tanam pun dapat dilakukan pada awal musim hujan. 
Akan tetapi, tanaman sering mengalami kegagalan karena banyak terjadi serangan penyakit daun dan buahnya banyak yang pecah sehingga mutunya menurun. Di sawah atau tempat yang dapat diairi/digenangi, waktu tanam yang paling baik adalah awal musim kemarau.

Cara Tanam

Tomat dikembangbiakkan dengan bijinya. Sebelum ditanam, biji tomat disemai terlebih dahulu. Tanah untuk persemaian di cangkul dan diberi pupuk kandang yang telah jadi dan steril. Untuk melindungi semaian dibuatkan atap yang menghadap ke timur dan miring ke barat setinggi satu meter. Atap ini berguna untuk menjaga kelembaban, memperoleh suhu yang tetap, dan mengatur banyaknya sinar matahari yang masuk. 

Kemudian biji tomat ditaburkan berbaris dengan jarak 5 cm, lakukan penaburan dengan hati-hati di atas tanah persemaian. Untuk lahan seluas 1 ha diperlukan sebanyak 300-400 biji tomat. Menurut teori, penanaman 1 ha lahan hanya diperlukan 150 g biji yang berdaya kecambah 75%. 

Biji tomat akan tumbuh setelah 5-7 hari disemaikan. Setelah benih umur dua minggu, bibit dipindahkan ke dalam kantong plastik atau bumbung (pot) daun pisang. Lahan yang akan digunakan dicangkul sedalam 40 cm dan dibuat bedengan dengan lebar 1,40-1,60 m, kemudian buat lubang pada bedengan yang disiapkan dengan jarak 50-60 cm dan untuk jarak barisnya 70-80 cm sehingga tiap bedengan terdiri dari dua baris lubang.
Tiap tiap lubang diberi pupuk kandang yang telah jadi sebanyak 0,51 kg atau 20 ton/ha. Pada lahan tersebut juga dibuatkan saluran pembuangan air (parit) antar bedengan dengan lebar 20 cm. Parit ini sangat penting untuk drainase dan mencegah serangan penyakit layu. 

Setelah berumur satu bulan kira dengan perkiraan berdaun empat helai, bibit tomat dipindahkan ke lubang lubang yang telah tersedia di kebun. Setiap lubang ditanami satu batang tanaman yang sehat, kuat, dan subur. Jika diperlukan, tanaman ditutupi dengan dedaunan atau pelepah pisang.

Tutup ini untuk mencegah teriknya sinar matahari atau pukulan air hujan yang mungkinjatuh. Setelah 3-4 hari tutup dibuka.  Tanaman tomat yang telah berumur 1,5 bulan diberi pupuk buatan berupa campuran urea, TSP, dan KCI dengan perbandingan 2: 3:1 sebanyak 12 g tiap tanaman.

Pupuk ini diletakkan dalam alur yang melingkari batang tanaman, kurang lebih 5 cm dari batang tanaman.  Alur ini selanjutnya ditutup dengan tanah. Pernberian pupuk buatan ini diulangi sekali lagi setelah 2-3 minggu kemudian.
Dengan demikian, untuk tiap hektar tanaman dibutubkan 200 kg urea, 300 kg TSP, dan loo kg KCI. Pada tanah tandus, pupuk urea diberikan sampai 300 kg per ha. Pemberian pupuk buatan sebaiknya bersamaan waktunya dengan penggemburan tanah. 

Saat umur tanaman tomat 1,5 bulan cabang samping dipangkas hingga tersisa 1-2 cabang utama tiap tanaman. Tunas yang tumbuh pada ketiak daun dan berbunga sedikit (tunas liar) harus dibuang. Tunas tunas tersebut dapat mengurangi hasil buah.

Itulah informasi tentang teknologi cara tanam tomat, mudah-mudahan bisa bermanfaat dan menambah wawasan Anda, Selamat mencoba !

Kelembagaan Mekanisasi Pertanian Sebagai Bagian Dari Sistem Inovasi Mekanisasi…

Inovasi Mekanisasi Pertanian – Lembaga-lembaga yang berkaitan dengan mekanisasi pertanian serta  upaya pengembangan mekanisasi pertanian tidak terlepas dari dukungan kelembagaan karena lembaga-lembaga inilah yang...
Jaka Winarno
2 min read

Pemenuhan Protein Pada Konsumsi Ikan, Terutama Ikan Akuakultur Yang…

Pemenuhan Protein Pada Konsumsi Ikan, Terutama Ikan Akuakultur Yang Terkontrol – Di negara maju, di mana pendapatan umumnya tinggi dan kebutuhan makanan pokok telah...
Jaka Winarno
47 sec read

Bisnis Usaha Pertanian yang Menguntungkan

Bisnis Usaha Pertanian – Memulai bisnis usaha pertanian yang menguntungkan saat ini bisa di jalankan dengan modal kecil, sedang hingga besar. Kalian bisa kondisikan...
Jaka Winarno
1 min read